Luncurkan Processor Intel Core i7 Nehalem, Intel klaim sebagai Processor tercepat di dunia
22 Nov 2008
Filed under: Computer Hardware
Tanggal 17 november 2008 kemarin secara resmi Intel Corp telah merilis processor terbaru mereka yang dibangun dengan teknologi 45nm. Processor baru ini diklaim menjadi processor tercepat di dunia saat ini yang mampu bekerja hingga kecepatan clock 3,25 GHz.
Intel Core i7 merupakan bagian dari platform Nehalem, yang oleh Intel dianggap sebagai perubahan terbesar abad ini dalam bidang arsitektur processor, yang didalamnya juga termasuk juga chipset x58.
Perubahan besar yang ada pada processor baru ini dibandingkan dengan generasi sebelumnya terdapat pada letak memory controller. Tidak seperti generasi-generasi sebelumnya seperti Pentium maupun Core2Duo, dimana memory controller terletak pada chipset terpisah yaitu Nothbridge, maka pada Intel i7 ini memory controller terletak pada pusat processor itu sendiri. Architechture seperti ini sebenarnya telah diterapkan terlebih dulu oleh AMD saat merilis processor Athlon. Jadi apakah Intel sekarang menjadi pengekor? Yang pasti dengan perubahan arsitektur ini, permasalahan seperti bottle neck komunikasi antara processor dan FSB (Front Side Bus), yang sekarang ini digantikan oleh sistem interkoneksi baru disebut QuickPatch, bisa diminimalisir. Fitur lain dalam i7 adalah penambahan SSE4 extension pada instruction set sehingga kinerja processor pada tataran multimedia menjadi jauh lebih baik.
Untuk release pertama, Intel memperkenalkan tiga seri i7 diantaranya adalah Core i7-965 EE - 3.2GHz , Core i7-940 - 2.93GHz, dan Core-i7 920 - 2.66GHz. Ketiga seri tersebut dibandrol dengan harga masing-masing $999 (£600), $562, dan $284. Menanggapi manuver Intel ini, pihak AMD tak mau begitu saja mengalah. Mereka tengah mempersiapkan rilis processor quad core dengan teknologi yang sama, yaitu 45nm. Wah makin panas nih perang antar AMD vs Intel.
Archives
PROSESSOR TERCEPAT DI DUNIA?
WINDOWS 7
Selasa, 2009 Februari 03
WINDOWS RILIS WINDOWS 7
Versi beta Windows 7 (W7) terus menuai komentar-komentar positif dari komunitas IT dunia. Reaksi positif word of mouth (pemasaran mulut ke mulut) ini merupakan kebalikan dari apa yang terjadi dengan Vista dan semoga saja dengan dirilisnya versi final W7 tahun ini bisa menjadi awal kebangkitan Microsoft kembali dalam dunia software.
Perlu teman-teman perhatikan kalau versi beta W7 hanya akan bisa diunduh sampai tanggal 10 Februari 2009, jadi pastikan Anda sudah mendapatkannya. Walaupun begitu, ada 5 hal penting yang perlu Anda ingat tentang W7. Versi Beta Terbaik Microsoft. Sejak Windows 95, belum
pernah ada versi beta yang sepadat dan bersinar seperti yang satu ini. Walaupun versi ini masih belum sempurna dan masih memiliki bug, hal ini sudah cukup mengindikasikan adanya sebuah produk final yang akan meledak di pasaran. Terutama bagi para pengguna PC yang ingin menghilangkan luka akibat Vista atau pengguna yang masih terjebak dengan sistem operasi (OS) tua seperti Windows XP. Menghambat Perpindahan ke Mac OS XBagi para pengguna PC yang kecewa dengan kinerja XP ataupun Vista, disarankan untuk tidak terlalu terburu-buru tergiur oleh kecanggihan dan keindahan Mac OS X.
Kabar buruk bagi Apple yang ingin meningkatkan pangsa pasarnya dari pengguna yang sudah jenuh dengan Windows, karena W7 akan memberikan jawaban atas kekecewaan fans Windows terhadap XP maupun Vista. Tetap Menyebabkan Masalah bagi PerkantoranSalah satu hal yang disukai dari W7 berkaitan dengan pengalaman pemakaian dan stabilitasnya. Sistem W7 tidak banyak mengganggu pengguna seperti Vista, bisa dipakai pada perangkat keras yang tidak terlalu canggih dan pada umumnya kompatibel dengan hardware dan software yang digunakan untuk Vista. Tetapi Paul Thurrott juga mengemukakan tidak adanya insentif baru bagi para pengguna korporat untuk beralih ke W7.
Hal ini mungkin akan berubah saat Windows Server 2008 R2 diluncurkan, tetapi dalam iklim ekonomi saat ini, dunia bisnis mungkin membutuhkan sesuatu yang lebih untuk merogoh koceknya dan mengadopsi sistem baru W7. W7 Tidak Lebih Buruk dari XPBanyak penggemar fanatik XP yang berharap kalau W7 bisa kembali seperti Windows XP. Pada kenyataannya, Microsoft justru membawa W7 semakin menjauh dari tradisi Windows. Sebagai contoh, Anda tidak bisa lagi menggunakan tampilan yang menyerupai Windows 2000 – hanya ada tampilan W7 atau tidak sama sekali (Yaa, memang Anda masih bisa mengutak-atik sedikit agar bisa menyerupai XP). Selain itu, W7 bisa bekerja lebih baik dibandingkan Vista pada spesifikasi PC yang merupakan standar minimal Vista, yaitu prosesor dengan 1GHz dan memori 1 GB.
Tapi, tidak akan ada fitur upgrade untuk para pengguna XP. Anda harus membersihkan XP dari PC Anda dan baru bisa menginstalasikan W7 secara sempurna. Belum Ada Kepastian Harga atau Tanggal PerilisanW7 beta akan kadaluarsa pada Bulan Agustus dan Microsoft masih belum mengkonfirmasikan kapan produk finalnya akan dikeluarkan. Mungkin hal ini bisa menjadi alasan untuk tidak menginstalasikan versi beta terlebih dahulu saat ini, karena saat versi beta tersebut berakhir, Anda perlu kembali lagi ke OS yang Anda pakai sebelumnya.
Sebagai tambahan, kita juga belum tahu berapa harga yang akan dikenakan oleh Microsoft atau edisi apa saja yang akan ditawarkan. Ada indikasi yang mengatakan setidaknya, Microsoft akan menyediakan Home Premium, Professional (Business) dan Ultimate. Beberapa Fitur DitiadakanKetika menginstal W7, Anda bisa melihat menghilangnya kalau beberapa aplikasi termasuk Photo Gallery, Windows Mail, Windows Movie Maker dan Windows Messenger. Hal ini membuat instalasi menjadi lebih sederhana dan ringan, tetapi jika Anda masih menginginkan aplikasi-aplikasi di atas, Anda bisa mengunduhnya melalui situs Windows Live Essentials.(UdaraMaya.com)
IBM Bangun Super Komputer Di Eropa

Industri komputer “blue chip” IBM yang menjadi sesepuh komputer didunia, Selasa kemarin (16/02/2009) mengabarkan bahwa mereka membangun sebuah super komputer dengan 1,6 juta inti prosesor dan kemampuannya sampai 20 Petaflops, hal ini sangat berat untuk mendapatkannya yang melebihi satu petaflop saja. Akan tetapi untuk Eropa, memecahkan rintangan petaflop tersebut belum selesai, akan tetapi segera selesai.
Dikabarkan oleh MaximumPC, perusahaan komputer IBM bekerjasama dengan Forschungszentrum sebuah pusat penelitian di Juelich, Jerman, untuk membangun supercomputer Blue Gene/P System baru untuk Eropa. Hal ini akan mencatatat untuk pertama kalinya supercomputer yang kinerjanya mencapai ukuran petaflop ditempatkan diluar Amrik.
“Melalui kecepatan sebuah Petaflop, sebuah supercomputer yang berbasis di Juelich ini menawarkan kemampuan memproses data setara lebih dari 200.000 laptop” kata seorang Kepala Ilmuwan di pusat penelitian supercomputer ini, Prof. Thomas Lippert, “Dengan maksud untuk memecahkan daya yang besar, sistem komputer ini akan menjadi superkomputer dengan energi terefisien di dunia” tambahnya.
Tidak tangung-tanggung memang, The Blue Gene/P System akan menggunakan prosesor sebanya 294.912, memori sebesar 114 Terrabyte, dan menggunakan media penyimpanan sebesar 6 Petabyte (setara 6 Terrabyte) yang tertata rapi didalam 72 rak server.
IBM juga akan mencoba menggunakan pendingin dengan air dalam super komputer untuk pertama kalinya. IBM mengatakan, sistem pendingin air tersebut akan mereduksi sekitar 91% panas didalam system, disamping itu memang dibutuhkan untuk mendinginkan data center.

DISTRO LINUX
Macam – macam distro linux sangatlah beragam. Diantaranya:
1. Xandros
Xandros Linux adalah sebuah distro Linux yang berdasarkan pada sistim KDE.
Tampilannya sangat mirip dengan Microsoft Windows, jadi apabila dioperasikan sangat mudah dan nyaman
Kelebihan …!
1. Mudah menginstallnya
2. Mudah dalam sharing file dan folder dengan komputer windows
3. Lumayan gegas (Atlon XP 1,7 RAM 256)
4. Tampilan cool dan oke
5. Menunya lumayana mudah (berbasis KDE)
Kekurangan
1. Tidak sepenuhnya free
2. Distro Linux (Singkatan dari distribusi Linux) adalah sebutan untuk sistem operasi komputer dan aplikasinya, merupakan keluarga Unix yang menggunakan kernel Linux.
Distribusi Linux bisa berupa perangkat lunak bebas dan bisa juga berupa perangkat lunak komersial.:
3. Red Hat Linux
Red Hat adalah distro yang cukup populer di kalangan pengembang dan perusahaan Linux.
4. Ubuntu
Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan pada Debian.
Proyek Ubuntu disponsori oleh Canonical Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth).
Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan. “Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti “rasa perikemanusian terhadap sesama manusia”.
5. CentOS CentOS adalah sistem operasi bebas yang didasarkan pada Red Hat Enterprise Linux (RHEL).
CentOS singkatan dari Community ENTerprise Operating System (Sistem Operasi Perusahaan buatan Komunitas/Masyarakat).
6. Debian
Debian adalah sistem operasi berbasis kernel Linux.
Debian adalah ‘kernel independen’, yaitu sistem operasi Debian dikembangkan murni tanpa mendasarkan pada sistem operasi yang telah ada.
7. Fedora
Fedora (sebelumnya bernama Fedora Core, terkadang disebut juga dengan Fedora Linux) adalah sebuah distro Linux berbasis RPM dan yum yang dikembangkan oleh Fedora Project yang didukung oleh komunitas pemrogram serta disponsori oleh Red Hat.
Nama Fedora berasal dari karakter fedora yang digunakan di logo Red Hat.
8. Knoppix
Knoppix adalah distro Linux live-cd yang dapat dijalankan melalui CD-ROM tanpa instalasi di hard disk.
Distro ini berbasis Debian Linux dan diciptakan oleh Klaus Knopper.
9. Gentoo
Gentoo Linux adalah suatu distribusi Linux yang memakai paket sistem manajemen Portage. [Bandingkan dengan: Debian yang menggunakan paket .deb, RedHat / Mandrake yang menggunakan paket .rpm].
Manajemen paket ini dirancang untuk modular (mudah ditambah-tambah), portabel (dapat di port ke distro lain), mudah ditata, fleksibel, dan dioptimalkan untuk masing-masing komputer pengguna.
10. Slackware
Slackware merupakan sistem operasi yang dibuat oleh Patrick Volkerding dari Slackware Linux, Inc. Slackware merupakan salah satu distro awal, dan merupakan yang tertua yang masih dikelola.
Tujuan utama Slackware adalah stabilitas dan kemudahan desain, serta menjadi distribusi Linux yang paling mirip Unix
11. Mandriva Linux
Mandriva Linux (dahulu dikenal dengan nama Mandrakelinux atau Mandrake Linux) adalah sistem operasi yang dibuat oleh Mandriva (dahulu dikenal dengan nama Mandrakesoft).
Mandriva Linux menggunakan RPM Package Manager.
11. openSUSE
SUSE sebelumnya bernama SUSE Linux dan SuSE Linux Professional adalah salah satu distro Linux dari perusahaan Novell, atau lebih tepat dari anak perusahaannya Suse Linux GmbH (Software- und System-Entwicklungsgesellschaft mbH, Nürnberg yang berarti pengembangan -perangkat lunak dan -sistem)
12. Freespire
Freespire adalah versi gratis dari distro Linspire (a.k.a Lindows), kemudian mungkin dikarenakan permasalahan nama, berubah menjadi Linspire.
13. Linux Mint
Linux Mint adalah sistem operasi berbasis Linux untuk PC.
Inti dari LinuxMint adalah Ubuntu, sehingga aplikasi yang dapat berjalan di Ubuntu, juga bisa berjalan pada LinuxMint.
14. PCLinuxOS
PCLinuxOS, sering disingkat sebagai PCLOS, adalah sebuah sistem operasi desktop.
Ini adalah sebuah sistem operasi bebas untuk komputer pribadi yang bertujuan untuk memudahkan penggunaan.
15. Puppy Linux
Puppy Linux adalah salah satu distro Linux Live CD yang sangat kecil ukurannya dan mengutamakan kemudahan dalam penggunaan.
Seluruh sistem operasi dan aplikasinya berjalan dalam RAM, yang membolehkan media booting dilepas setelah sistem operasi berhasil dijalankan.
16. Sabayon Linux
Sabayon Linux, merupakan salah satu turunan Gentoo.
Gentoo merupakan sebuah sistem operasi bebas berbasis source (Linux maupun FreeBSD) dengan metode instalasi kompilasi dan optimasi untuk CPU yang bersangkutan, dengan model kustomisasi semua paket atau hanya paket aplikasi yang dibutuhkan
17. Turbo Linux
TurboLinux menargetkan pada produk berbasis Linux dengan kinerja tinggi untuk pasar workstation dan server terutama untuk penggunaan clustering dan orientasinya ke perusahaan.
Pengguna produk dan layanan TurboLinux terbanyak adalah perusahaan dan perorangan di Jepang dan Asia.
18. Damn Small Linux
Damn Small Linux (DSL) adalah salah satu distro/varian linux mini. Disebut mini karena paket DSL cuma 50MB besarnya. DSL juga memungkinkan untuk diinstall di USB 128MB.
19. Kuliax
Kuliax adalah sebuah distribusi Linux LiveCD yang dikembangkan oleh Kuliax Project untuk pendidikan di universitas. Distribusi ini berbasis Debian GNU/Linux dan Knoppix, serta telah dioptimasi ke arah penggunaan desktop Linux.
20. Lycoris
Lycoris adalah distro linux yang telah membuat versi linux yang cantik dan menyerupai WinXP, dari segi warna,icon, maupun kemudahan-kemudahan yang ada. Dari tampilan-tampilan screenshot pada situsnya Anda dapat mengamati bahwa memang Lycoris merupakan distro Linux yang pintar mempercantik diri sehingga dengan menggunakan Lycoris Anda akan merasa bekerja dengan Windows XP. Bahkan OpenOffice yang dipaketkan dengan Lycoris memiliki icon-icon yang cantik dan khas Lycoris. Lycoris memiliki paket-paket yang berbeda, dan paket distro Linuxnya dinamakan Desktop /LX. Lycros memiliki fasiltias IRIS yaitu Internet Rapid Installer for Software untuk mengupdate Linux Anda dengan software-software baru. Hanya saja distro ini tidaklah gratis dan Anda perlu membayar dengan sejumlah “dollar US”.
21. Lindows
Lindows masih kalah dibanding Lycoris dalam segi kecantikan tampilan tetapi Lindows telah lebih matang dan telah mencapai versi 4.0. Fasilitas yang menarik dari Lindows adalah Click-n-Run yaitu fasilitas mendapatkan ribuan software Linux yang sudah dikonfigurasi untuk Lindows dengan sekali klik dan proses instalasi ini juga dapat menambahkan shortcut di desktop dan daftar program secara otomatis.Lindows juga merupakan produk komersial.
22. Linare
Linare memiliki distro Linux khusus desktop dan paket CPU yang sudah terinstall Linare. Linare masih jarang terdengar dan merupakan pendatang baru. Linare juga merupakan produk komersial.
INSTALASI LINUX RED HAT 6.X
Pada dasarnya, tidak ada perbedaan yang mendasar antara instalasi RedHat 6.0 dan 6.1 yang pernah saya lakukan. Secara kebetulan, komputer yang saya instal Linux ini tidak dapat melakukan booting dari CDROM, dan script yang ada pada CD RedHat saya juga tidak berfungsi. Akhirnya, saya booting dari DOS dengan menjalankan LOADLIN.EXE VMLINUZ INITRD=INITRD.IMG.
Saya berhasil melakukan instalasi RedHat 6.0 dan 6.1 secara berurutan pada komputer yang sama. Spesifikasi komputer: AMDK5 (setara Pentium) 100, 16 MB RAM dan 1,7 GB ruang Hard Disk yang kosong, VGA Card SiS 6215 (dikenali Linux sebagai SiS 6205), Network Card Compex NE2000, Sound Card ESS, dan Modem Eksternal US Robotics 28.8.
A. Persiapan
1. Kebutuhan Hardware (System Requirements)
* Prosesor x386 atau di atasnya (Disarankan minimal Pentium 100 untuk X-Window),
* RAM: minimum 4 MB (Disarankan minimal 16 MB untuk X-Window)
* Hard disk space: minimum 50 MB (Disarankan minimal 250 MB untuk X-Window)
* Mouse, Videocard
* Network card, modem (untuk jaringan)
2. Informasi tentang Hardware dan Jaringan
* Hard disk dan CDROM Jenis: IDE (EIDE) atau SCSI
* MousePort: serial atau ps/2,
* Manufacturer: Microsoft (compatible), Genius, dll.
* Videocard
* Merek/model: S3Trio, Matrox, SiS6202, dll.,
* Memory: 1 MB, 2 MB, dll.
* Monitor
* Merek: Sony, Phillips, dll. atau tak dikenal (SPC, TVM, dll.)
* Maksimum scan rate: 56 Hz, 60 Hz, 76 Hz, dll.
* Modem
* Merek: Motorolla, US Robotics
* External atau Internal (bukan Win-Modem)
* Port: terpasang pada serial 1 (0) atau 2 (1)
* Netwok Interface Card (NIC): merek dan tipenya.
* Host Name atau nama komputer: PC01, dsb.
* Domain Name atau nama jaringan: misal latihan.net.
* IP Address: misal 10.2.1.1
* Network Address: misal 10.2.1.0
* Netmask Address: 255.255.255.0
* Broadcast Address: 10.2.1.255
* Gateway/Router: misal 10.2.1.1 (komputer ini sebagai gateway ke Internet bagi komputer lain dalam jaringan lokal).
* DNS Address (name server) : primer 202.134.0.155, sekunder: 202.134.2.5 (DNS server milik telkomnet).
B. Partisi Hard Disk
1. Hard Disk Kosong/Baru
Dengan DOS, buat minimal 2 partisi untuk DOS/Windows dan Linux.
Install DOS/Windows lebih dahulu (kecuali sudah tidak ingin menggunakan DOS) agar tidak kehilangan LILO (Linux Loader atau sistem untuk memilih booting) yang dibuat dengan Linux.
Siap untuk install Linux. (Partisi Linux menjadi minimal 2 (root dan swap) akan dilakukan pada waktu install Linux.)
2. Hard Disk Sudah Terisi DOS/Windows
* Back-up (selamatkan) data yang penting ke tempat lain (Hard disk, disket, server di Intranet/Internet).
* Defragmentasi Hard disk dengan DOS/Windows untuk mengumpulkan data pada satu sisi Hard disk. Bila memungkinkan, install ulang DOS/Windows dengan partisi baru (tidak perlu defragmentasi dan FIPS).
* Jalankan FIPS (program untuk mempartisi Hard Disk tanpa menghapus data yang ada) dan dengan penuh hati-hati ikuti perintah FIPS untuk mengatur ukuran partisi yang diinginkan. Bila sisa hard disk terlalu kecil untuk install Linux, selamatkan data untuk mempartisi dan install ulang DOS/Windows tanpa FIPS, atau gunakan sisa yang ada untuk data DOS/Windows dan beli hard disk baru…J
* Siap install Linux.
C. Metode Instalasi
1. Instalasi melalui PCMCIA (PC Card)
* PCMCIA untuk CDROM, network card atau modem.
* Bootdisk (bootnet.img) dan Support disk (pcmcia.img) untuk booting.
* Spesifikasi: PCMCIA controller dan PCMCIA device.
2. Instalasi dari CDROM
a. Ada 3 cara:
* booting dari CD-ROM
* melalui DOS (LOADLIN) dengan driver CDROM, kemudian langsung jalankan LOADLIN dari CDROM (autoboot.bat) atau copy file LOADLIN, VMLINUZ dan INITRD.IMG ke disket atau hard disk.
* dengan boot-disk (boot.img).
b. Jenis/merek CDROM dan kecepatan/kemampuan CDROM-Drive mempengaruhi metode dan keberhasilan instalasi.
3. Instalasi dari NFS
a. Tersedia sambungan ke NFS Server yang menyediakan RedHat Linux.
b. Network Bootdisk (bootnet.img) untuk intalasi melalui network.
c. NFS Server ada di Internet atau Intranet.
4. Instalasi dari FTP
a. Tersedia sambungan ke FTP Server yang menyediakan RedHat Linux.
b. Network Bootdisk (bootnet.img) untuk intalasi melalui network.
c. FTP Server ada di Internet atau Intranet.
5. Instalasi dari Web (HTTP)
a. Tersedia sambungan ke Web Server yang menyediakan RedHat Linux.
b. Network Bootdisk (bootnet.img) untuk intalasi melalui network.
c. Web Server ada di Internet atau Intranet.
6. Instalasi dari SMB
a. Tersedia sambungan ke komputer di jaringan Samba (Windows atau Linux) yang memberikan share direktory (HD atau CD) berisi RedHat Linux.
b. Tidak tersedia untuk RedHat 6.0 ke atas.
7. Instalasi dari Hard Disk
a. Buat direktori RedHat pada hardisk (format dengan sistem Windows9x/NT atau Linux).
b. Copy direktori base dan semua isinya.
c. Copy direktori RPMS dan isinya (sesuai paket yang akan diinstall).
D. Bagian Awal Instalasi (Urutan belum tentu sama)
1. Booting
a. Edit BIOS setup
b. Cara-1, bila sudah mendukung boot dari CDROM, pilih CDROM lebih dahulu.
c. Cara-2, alternatif pertama, boot dengan DOS kemudian jalankan LOADLIN dari CDROM (biasanya bisa dengan script yang ada di direktori \dosutils, yaitu autoboot.bat)
d. Cara-2, alternatif kedua, bila DOS tidak mengenali CDROM, copy file-file yang berkaitan dengan LOADLIN (lihat isi autoboot.bat) ke hard disk atau disket, yaitu:
# LOADLIN.EXE
# VMLINUZ
# INITRD.IMG
e. Cara-3, buat bootdisk dengan program RAWRITE.EXE yang ada di CDROM (\dosutils) untuk menuliskan program boot (misal boot.img) ke disket.
2. Garphical User Interface (GUI) untuk Instalasi
a. Dengan boot dari CDROM atau bootdisk (RAWRITE dari boot.img) atau autoboot.bat, GUI RedHat 6.1 berbeda dengan 6.0. Namun, dengan file initrd.img yang ada di direktori CD:\dosutils\autoboot\, GUI RedHat 6.1 sama dengan 6.0, hanya tahapan dan pilihan yang sedikit berbeda.
b. Text Input: untuk memasukkan informasi yang diinginkan.
c. Check Box: Untuk memilih (ya atau tidak) dengan menekan [Space].
d. Text Widget: Tulisan yang dihasilkan oleh suatu proses.
e. Scroll Bar: Untuk mengatur posisi tampilan isi Window.
f. Button Widget: Pilihan dalam bentuk tombol untuk dipilih dengan [Tab] dan [Enter] atau Klik Mouse.
3. Memilih Bahasa dan Jenis Keyboard
a. Bahasa English atau Indonesian.
b. Keyboard: US
4. Memilih Metode Intalasi
a. Klik pilihan CD-ROM
b. Bila CD-ROM tidak dikenali, cek dan pelajari jenis CDROM drive.
5. Install atau Upgrade
a. Pilih Install bila akan menginstall pada partisi kosong.
b. Upgrade hanya berlaku untuk RedHat 2.0 atau di atasnya (dengan RPM).
6. Memilih Tipe/Kelas Instalasi (BAHAYA!)
a. Pilih Custom (harus!!) bila di dalam hard disk sudah ada data atau partisi yang tidak ingin dihapus.
b. Server "akan menghapus semua partisi (DOS, Windows, Linux, dll.) yang ada". Jadi, boleh dipilih bila hardisk kosong (baru) dan akan untuk Server.
c. Workstation "akan menghapus semua partisi Linux" dan tanpa menginstall aplikasi untuk server.
7. Ada SCSI driver di dalam komputer?
a. Pilih No bila tidak ada SCSI.
b. Bila pilih Yes, berikutnya pilih jenis SCSI yang sesuai.
8. Membuat Partisi Linux
a. Ada 2 pilihan, Disk Druid dan fdisk.
b. Disk Druid adalah utilitas manajemen harddisk dari RedHat, dengan tampilan grafis.
# Mount Point: partisi (nama direktori) yang akan di-mount saat sistem beroperasi.
# Device: nama device dari partisi yang di-mount.
# Requested: ukuran minimum partisi yang di-request.
# Actual: ukuran space yang dialokasikan pada partisi tersebut.
# Type: jenis partisi atau sistem file (Linux native atau ext2, Linux swap, msdos, dll.)
# Add untuk membuat partisi baru: Growable artinya suatu partisi dapat dibuat tidak tetap (dengan ukuran minimum tertentu) dan akan bertambah atau berkurang mengikuti partisi yang lain.
c. Fdisk adalah program partisi standar untuk Linux (dan sistem operasi yang lain), dengan tampilan teks.
# Beberapa perintah yang penting, m untuk help, p untuk menampilkan informasi tentang partisi, n untuk membuat baru, d untuk menghapus, t untuk mengubah tipe (82 adalah tipe Swap), dan w untuk menyimpan.
9. Inisialisasi (format) Swap
a. Sistem akan mengenali kalau sudah ada partisi Swap (bila belum, kembali ke fdisk atai disk druid).
b. Pilih partisi yang akan dijadikan swap.
c. Check for bad block … untuk menandai bila ada space hard disk yang rusak. (Dapat dikosongkan bila ingin cepat, dan akan dilakukan pada lain waktu).
10. Format Partisi untuk Sistem Linux (/ atau dipisah menjadi /boot, /usr, dll.)
a. Sistem akan mengenali semua partisi selain Swap (bila belum, kembali ke fdisk atai disk druid).
b. Pilih partisi yang akan diformat (HATI-HATI dengan partisi yang sudah ada datanya!)
11. Memilih Paket (Components to Install)
a. Dari daftar komponen, ada yang sudah ditandai dengan bintang (dipilih), ada yang belum.
b. Pilih komponen yang akan diinstal, atau install semaunya (Everything).
c. Select individual packages untuk memilih (mengurangi atau menambahkan) dari setiap komponen.
d. Beberapa penjelasan:
[o] -- shows that at least one of the packages in that component group has been selected.
[*] -- shows that all the packages of a component group has been selected.
[--] -- removes all packages in a component group.
[*] -- selects all packages in a component group.
e. Pada pojok kanan atas terdapat angka yang menunujukkan perkiraan ukuran paket yang akan diinstal.
12. Keterkaitan Paket (Unresolved Dependencies).
a. Setelah paket dipilih, bisa terjadi ada paket yang membutuhkan (ada keterkaitan) paket lain yang tidak dipilih. Tandai Check Box [*] Install packages … bila tetap ingin menginstall paket yang telah dipilih.
b. Bila instal keterkaitan ini akan membuat hard disk penuh, ulangi pemilihan komponen dengan perintah Back.
c. Bila kita sudah yakin dengan semua komponen paket yang akan diinstall dan tidak ada kekurangan space hard disk, tekan OK akan membuat proses instalasi berjalan secara otomatis (dan ini memerlukan waktu beberapa menit, tergantung kecepatan CD drive, komputer dan CD-ROM Linux yang digunakan).
E. Bagian Akhir Instalasi (Urutan belum tentu sama)
1. Konfigurasi Mouse
a. Program instalasi telah memilih mouse, namun belum tentu hasilnya sesuai.
b. Pilih jenis mouse yang sesuai, misalnya Generic Mouse, Generic 3 Button (Serial atau PS/2).
c. [*] Emulate 3 Button untuk mouse 2 button yang akan diemulasi menjadi 3 button, yaitu 2 button ditekan bersamaan.
2. Konfigurasi Jaringan
a. Kita harus memilih apakah akan mengkonfigurasi jaringan secara manual atau AUOTPROBE (program instalasi akan mencoba mengenali jenis card jaringan yang terpasang).
b. Setelah berhasil mengenali NIC, pilih metode untuk konfigurasi jaringan.
# Static IP address – Diisi dengan informasi yang telah diperoleh pada bagian A.
# BOOTP – Perlu BOOTP server yang memberikan IP otomatis saat boot lewat NIC.
# DHCP -- Perlu DHCP server yang memberikan IP secara otomatis setelah connect.
c. Contoh Configure TCP/IP (Static IP Address):
# IP Address : 10.2.1.1
# Netmask : 255.255.255.0
# Default Gateway : 10.2.1.1
# Primary nameserver : 202.134.0.155 (akan digunakan untuk dial-up ke Telkomnet)
d. Contoh Configure Netwok (Domain dan Host name):
# Domain name : latihan.net
# Host name : pcsaya.latihan.net
# Secondary nameserver : 202.134.2.5
# Tertiary nameserver : (kosongkan bila tidak ada).
3. Konfigurasi Waktu (Time Zone)
a. Pilihan GMT berarti waktu komputer (CMOS) disesuaikan dengan waktu GMT.
b. Waktu lokal: misalnya Asia à Jakarta.
4. Memilih Program (Services) yang Dijalankan saat Boot
Bila intalasi dengan pilihan kelas Server atau Workstation, services yang dijalankan pada saat booting sudah otomatis dipilih.
Untuk mengindari kerja komputer yang lambat, matikan services yang tidak penting, seperti named (bila sudah ada nameserver di komputer lain atau di ISP), kecuali untuk belajar.
Tekan F1 untuk mengetahui fungsi setiap service.
Untuk mengubah di lain waktu, dapat melalui utilitas setup atau dengan menjalankan /usr/sbin/ntsysv atau /sbin/chkconfig.
5. Konfigurasi Printer
a. Ada 4 pilihan untuk berhubungan dengan printer (maaf, dengan bahasa asli):
# Local -- The printer is directly connected to your computer.
# Remote lpd -- The printer is connected to your local area network (either through another computer, or directly), and is capable of communicating via lpr/lpd.
# SMB/Windows 95/NT -- The printer is connected to another computer which shares the printer via SMB networking, such as a printer shared by a Windows 95 or Windows NT computer.
# Netware -- The printer is connected to another computer which shares the printer via Novell NetWare.
b. Informasi yang harus disiapkan:
# Jenis printer
# Letak printer, lokal (paralel) atau network (misal ada di komputer Windows95) dengan nama komputer dan nama share.
6. Membuat Password untuk root
a. Password untuk root harus bersifat "unik" dan tidak mudah ditebak, karena akses root terhadap sistem tidak terbatas.
b. Gunakan root hanya untuk keperluan administrasi dan perawatan sistem, tidak untuk bekerja biasa.
c. Bila lupa password, ada peluang untuk membuat password baru dengan booting linux single.
7. Konfigurasi Keamanan (athentication) Password
a. Enable NIS -- menggunakan password file bersama dalam grup komputer pada suatu domain NIS (Network Information Service) atau NIS server.
b. Enable Shadow Passwords – metode yang sangat aman untuk sistem password. File /etc/psswd diganti oleh /etc/shadow yang hanya dapat dibaca oleh root.
c. MD5 Password – menggunakan password panjang hinga 256 karakter.
8. Membuat Boot Diskette (Manfaat dan Tip)
a. Pengganti atau alternatif dari LILO, terutama bila saat boot pertama LILO tidak berjalan.
b. Untuk keadaan darurat, dipakai sebagai resque disk.
c. LILO tidak berjalan karena tertimpa sistem lain.
d. Bootdisk juga dapat dibuat dengan utiliti mkbootdisk.
e. Bootdisk (di samping LILO) harus dibuat ulang setelah mengubah Kernel.
9. Instalasi LILO
a. LILO dapat diletakkan pada 2 alternatif tempat:
Master Boot Record (MBR) pada hardisk untuk booting komputer (misal /dev/hda) atau disktet (/dev/fd0).
First sector of your root partition, yaitu untuk sistem yang sudah ada boot loader yang lain seperti OS/2 Boot Manager. b. OK untuk LILO options.
c. Memasukkan partisi yang dapat di-boot dengan LILO
Boot Label, misal "linux" ada di /dev/hda2 dengan image kernel: vmlinuz-2….
Boot Label, misal "win95" ada di /dev/hda1 d. LILO dapat diedit dengan linuxconf atau mengedit file /etc/lilo.conf
10. Konfigurasi X Window
a. Program instalasi menjalankan Xconfigurator.
- Bila card dikenali, berikutnya lihat f.
b. Pilih jenis Video card bila program tidak mengenali secara otomatis.
c. Bila pilihan tidak ada, pilih Unlisted Card.
d. Tuliskan jumlah memori dalam Video card.
e. Bila Video card tidak memiliki clock chip, pilih No Clockchip Setting
f. Pilih jenis monitor. Bila tidak ada dalam daftar, pilih Custom.
g. Tentukan dengan tepat horizontal sync range dan vertical sync range dari monitor. (Bila terlalu besar dapat menimbulkan kerusakan monitor.)
h. Pilih video modes yang sesuai (misal 800x600 dengan warna 8 bit).
11. Reboot (selesai bila tidak ada masalah dengan LILO dan Booting).
F. Troubleshooting (khusus LILO dan BOOTING)
1. Penyebab LILO dan BOOTING tidak Berhasil
a. Ada masalah dengan hard disk (rusak atau salah setup BIOS).
b. Ada perubahan posisi atau jumlah hardisk terhadap keadaan saat LILO di-instal.
c. Ada perubahan sistem (misal /etc/fstab berubah, atau gagal fsck) sehingga booting gagal dengan pesan sebagai berikut:
# meminta password root atau CONTROL D.
# pemberian password root membuat kita bisa masuk ke sistem, tapi dengan mode READ-ONLY sehingga tidak dapat berfungsi normal.
d. Lupa password root.
2. Mengatasi LILO yang Gagal
a. Gunakan bootdisk yang telah dibuat waktu proses intalasi.
b. Bila bootdisk belum dibuat, boot dengan loadlin.exe dari sistem DOS, dengan meng-copy file vmlinuz dan initrd.img yang ada di CDROM Linux atau harddisk yang terdapat 3 file tersebut.
c. CD SuSE menyediakan fasilitas boot ke sistem yang ada melalui proses instalasi.
3. Mengatasi Booting yang Gagal (setelah melewati LILO) atau Lupa password
a. Pada saat muncul pesan LILO boot:, tuliskan linux single atau linux 1, sehingga akan login tanpa password.
b. Bila tetap tidak bisa booting setelah melewati LILO, jalankan linux single rw atau linux 1 rw, sehingga akan login tanpa password dan tanpa melewati fsck (karena fsck tidak boleh dilakukan terhadap filesystem yang rw (read and write).
c. Perbaiki sistem yang bermasalah:
# Bila MBR (Master Boot Record) harddisk bermasalah, edit lilo.conf dan jalankan lilo untuk menaruh LILO di hardisk atau disket yang baik (bisa untuk booting).
# Bila ada perubahan posisi harddisk, edit file /etc/fstab.
# Perbaikan tersebut dapat dilakukan dengan menjalankan linuxconf.
# REBOOT.
4. Mengatasi fsck yang gagal
a. Booting normal akan melakukan cek file system (fsck) sebelum sistem tersebut digunakan (di-mount rw).
b. Booting yang berhasil, tapi belum melakukan fsck, sebaiknya segera reboot untuk melakukan fsck, agar terhindar dari kerusakan file lebih lanjut.
c. Bila fsck tetap gagal, lakukan fsck dari sistem Linux yang lain, atau menggunakan maintenance disk.
Intel Core 2 Quad Q6600:
Jumat, 18 April 2008 | 15:20 WIB
Setelah sukses merilis Core 2 Duo sebagai andalan mainstream menggantikan Pentium D, Intel kemudian merilis Core 2 Quad. Intel Core 2 Quad merupakan prosesor quad core untuk PC dan salah satunya adalah Intel Core 2 Quad Q6600. (cgs)
65nm
Intel Core 2 Quad Q6600 ini sudah cukup lama diluncurkan. Makanya,
prosesor ini masih menggunakan proses produksi 65nm, belum menggunakan proses produksi Intel terbaru, 45nm. Ia memiliki frekuensi kerja sebesar 2400MHz dengan FSB sebesar 266MHz dan multiplier 9.
Cache L2 8MB
Sebagai hasil penggabungan 2 prosesor Core 2 Duo ber-cache L2 4MB, Intel Core 2 Quad Q6600 ini memiliki cache L2 sebesar 8MB (2 x 4MB). Untuk cache L1, prosesor ini memiliki 4 x 32KB untuk data dan 4 x 32KB untuk instruksi.
Berhubung penggabungan, tidak terdapat jalur khusus yang menghubungkan kedua Core 2 Duo. Jalur yang digunakan adalah FSB. Ini kurang efisien dari sisi kinerja maksimal, namun lebih efisien dari sisi biaya. Memang, membuat prosesor quad core secara native (bukan penggabungan 2 prosesor berinti ganda) berisiko lebih tinggi. Lebih berisiko lagi kalau melakukan penggabungan frekuensi kerja bisa lebih dimaksimalkan.
EIST
Selain kinerja, prosesor masa kini juga dituntut untuk menekan daya yang digunakan. Seperti Core 2 Duo, Intel Core 2 Quad Q6600 juga dilengkapi dengan Enhanced Intel Speedstep Technology (EIST). EIST ini akan menurunkan daya yang digunakan ketika sedang tidak bekerja penuh. Selain EIST, prosesor LGA775 ini antara lain dilengkapi dengan MMX, SSE, SSE2, SSE3, SSSE3, Execute Disable Bit, Intel 64, dan Intel VT.
582 Juta Transistor
Intel Core 2 Quad Q6600 memiliki 582 juta transistor dengan ukuran die sebesar 286mm2. Adapun TDP (Thermal Design Power) yang dimiliki adalah 95W dan 105W. Untuk tegangan (VID), Intel memberikan range dari 0,85V hingga 1,5V.
Kesimpulan
Intel Core 2 Quad Q6600 merupakan prosesor yang menarik. Walau ia belum menggunakan proses produksi terbaru, dari hasil uji, kinerja yang ditawarkan cukup mumpuni. Memang masih banyak software yang belum bisa menggunakan prosesor quad core secara optimal, namun di masa depan tentunya hal ini akan berubah. Hal ini membuat Intel Core 2 Quad Q6600 pilihan yang cukup aman untuk ke depan.
Hasil Uji
SYSmark 2004 Patch 2
Overall 329
Internet Content Creation 457
Office Productivity 237
SiSoft Sandra XII.SP1
Dhrystone ALU 40851 MIPS
Whetstone iSSE3 30862 MFLOPS
CPU Multimedia Integer iSSE3 265008 iit/s
CPU Multimedia Floating-Point iSSE2 143605 fit/s
RAM Int Buffered iSSE2 5206 MB/s
RAM Float Buffered iSSE2 5202 MB/s
PCMark2005 120
System 6876 PCMarks
CPU 7745
Memory 5135
3DMark2006 110
1024 x 768 85Hz 6266 3DMarks
CPU 3826
www.intel.com
(021) 6121330
Harga: US$275
Peranti yang digunakan:
Abit IX38 QuadGT BIOS 12
Kingston DDR2-800 1GB (SPD) x 2
Asus GeForce 8600 GT 256MB
Seagate 7200.7 80GB SATA
LiteOn DVD 16x
Antec 550W
ViewSonic P95f+
Windows XP SP2
Intel Inf 8.3.1.1009
DirectX 9.0c
nVidia ForceWare 169.21
Search
About Me
Category
- Automotive (2)
- Basic Linux (1)
- Blog (1)
- Film (1)
- Game (2)
- HardWare (14)
- Indonesia (8)
- Islam (7)
- Islam Terbukti Benar (4)
- Jaringan (12)
- Linux (8)
- Linux Debian (9)
- Mikrotik (3)
- Nasional (3)
- News (38)
- Review Game (1)
- Robotika (2)
- Sejarah (2)
- Software (15)
- Tips - Trik (5)
- Tugas (6)
Subscribe