Archives

0
Bay | Site Sabtu, 20 Maret 2010


Biostar Microtech Int’l Corp., produsen motherboard dengan merek Biostar meluncurkan BIO-unlocKING. Teknologi ini mendukung fungsi ACC AMD pada motherboard berchipset AMD 890GX yang terbaru buatan produsen asal Taiwan tersebut, TA890GXE v5.2.

Teknologi BIO-unlocKING ini juga akan kompatibel dengan motherboard berchipset 890FX, 880G, dan 870 misalnya seri TA890FXE, TA890GXB HD, TA880GB HD, TA880G HD, dan TA870+.

Seperti dari keterangan pada 19 Maret 2010, Biostar menyebutkan, menurut pengumuman resmi AMD beberapa waktu lalu, southbridge baru AMD yakni SB850 sendiri tidak mendukung fungsi ACC. Akan tetapi tim riset Biostar berhasil mengaktifkan kembali fungsi tersebut dan menghadirkannya pada publik.

Dengan BIO-unlocKING yang didesain untuk mengaktivasi fungsi ACC pada prosesor AMD, pengguna bisa membuka kunci core ekstra pada prosesor AMD. Dengan demikian, pengguna akan dapat menikmati kinerja yang lebih tinggi tanpa perlu mengeluarkan biaya tambahan apapun.

Untuk memudahkan, pengguna yang tidak terlalu memahami setting BIOS, dapat mengaktifkan core ketiga ataupun core keempat pada prosesor X2 AMD dengan satu tombol saja.

Saat komputer baru dinyalakan dan dalam menu POST, pengguna tinggal memencet tombol F3 di keyboard untuk membuat prosesor X2 mereka menjadi “X3” atau tombol F4 untuk membuat prosesor X2 atau X3 mereka menjadi prosesor “X4”.

Seperti diketahui, AMD menjual prosesor mereka sebagai Phenom atau Athlon X2 atau X3 jika mereka menemukan ketidaksempurnaan pada salah satu atau dua buah core prosesor mereka yang sejatinya terdiri dari empat buah.

Untuk memudahkan pengguna apakan prosesor yang mereka miliki dapat diaktifkan core yang dimatikan oleh AMD, Biostar akan menampilkan logo CPU Level up jika BIO-unlocKING berhasil mengaktifkan core tersebut. Pasalnya, tidak seluruh prosesor X2 atau X3 dapat diaktifkan core yang dicurigai AMD mengandung masalah.

Meski demikian, Biostar berani menjamin bahwa teknologi BIO-unlocKING mereka sanggup menghadirkan kinerja sistem yang stabil dan lancar.



Source: VIVAnews

Baca Selengkapnya . . .
0

Tips Menggunakan Earphone Supaya Tidak Tuli

Bay | Site Selasa, 16 Maret 2010


Pemakaian 'earphone' atau alat pendengar secara tidak tepat dan berlebihan bisa menyebabkan ketulian. Masalah ini banyak diderita oleh para remaja. Dan, berdasarkan penemuan Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian, hal ini telah dialami oleh beberapa remaja yang menggunakan 'earphone' pada alat pemutar musik dalam pesawat dari Bangkok ke Jakarta dan dari Amerika ke Jakarta.

“Saat sampai di Bandara Cengkareng, telinga mereka menjadi tuli dengan derajat ketulian 110 decibell (db). Sedangkan normal pendengaran kita 0-25 db,” kata Ketua Komnas Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian, Damayanti Soetjipto pada pencanangan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran di SDN 05 Rawasari, Jakarta Pusat, Rabu 3 Maret 2010.

Menurutnya, jika telah terjadi gangguan seperti ini akan sulit untuk diobati dan disembuhkan. Bahkan hal terburuk yang akan terjadi adalah mengalami tuli permanen. Pengobatan yang dilakukan pun hanya bisa mengembalikan derajat ketulian menjadi 55 db dan ini termasuk dalam kategori ketulian derajat sedang-berat yang tidak akan mungkin kembali normal.

Dan perlu diketahui, gejala awal gangguan ini hanya di nada tinggi sehingga sering tidak dirasakan karena umumnya kita bercakap-cakap dalam nada rendah. Setelah semua frekwensi terkena, baru terasa bahwa pendengaran terganggu dan sudah terlambat untuk diobati.

Untuk itu, agar terhindar dari ketulian, gunakan alat pemutar musik dengan baik dan benar. Bagimana caranya, berikut tipsnya :

- Volume tidak boleh lebih dari 80 db atau tombol volume dipasang pada 50-60 % total volume.

- Jangan terlalu lama mendengarkan musik melalui earphone, apalagi terus menerus. Beri istirahat telinga setiap ½ -1 jam. Sebab jika organ dalam koklea merasa capek, pendengaran bisa mengalami rusak permanen.

- Gunakan alat pemutar musik yang memiliki volume control

- Jangan gunakan alat pemutar musik dalam pesawat terbang atau pada lingkungan ramai, sebab di situasi itu Anda cenderung menaikkan volume yang akan merusak pendengaran.

Source: VIVAnews

Baca Selengkapnya . . .
 
Copyright 2010 Bay | Site - vault YUI Lovers Community