PEKANBARU - Pemerintah Malaysia ingin selalu bersama dengan Indonesia dan tetap menjalin persatuan. Perpecahan harus dijauhi oleh dua tetangga serumpun ini. Demikian diungkapkan Kepala Konsulat Malaysia di Pekanbaru Zamani Ismail dalam perayaan hari Kebangkitan Malaysia ke-53 yang digelar di Hotel Pengeran Pekanbaru, Riau. Dia berharap hubungan bilateral kedua negara terus terjalin dan dapat menyelesaikan persoalan yang ada dengan damai. “Kita ini negera serumpun yang banyak mempunyai kesamaan seperti adat-istiadat, bahasa, budaya, nama, dan lainnya. Kita harus tingkatkan hubungan baik kita selama ini terjalin,” ucap Zamani mengawali pidatonya, Selasa (31/8/2010).
Khusus untuk Riau yang sama-sama mempunyai satu budaya yakni Melayu, hubungan kedua daerah dalam berbagai hal termasuk pendidikan juga harus tetap terjalin. Dia berharap turis Indonesia, khususnya dari Riau, semakin banyak karena dipermudah untuk melancong ke Malaysia dengan mengunakan pesawat langsung.
“Kita kan hanya dipisahkan oleh Selat Malaka. Persoalan kecil tidak usah dibesarkan dan persolan besar bisa diperkecil. Marilah kita perbesar persamaan, bukan perbedaan,” katanya yang disambut tepuk tangan hadirin.
Zamani mencurigai ada pihak-pihak yang ingin mengambil kesempatan untuk mengadu domba dua negara. Kedua negara, lanjutnya, harus saling hormat-menghormati guna tercipta keharmonisan.
“Mungkin pihak luar iri dengan persatuan kita, karena kita adalah Negara Islam yang terbesar di dunia,. Mereka mungkin tidak suka jika kita bersat,” ucapnya lagi.
Hal senada juga diuangkapkan Wakil Gubernur Riau HM Mambang Mit. Dia berharap kedua negara bertetangga bisa saling menjalin komunikasi dengan baik. “Kita serumpun jadi harus saling menghormati satu sama lain,” imbuhnya.
Perayaan ulang tahun Malaysia yang dirayakan di Pekanbaru, tampak meriah, meski hubungan dua negara bisa dibilang sedang tegang. Ratusan undangan memadati aula. Acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
0 komentar:
Posting Komentar